Posisikan Bisnis Anda dengan Logo dan Brand yang Kuat

Logo dan brand (merek) menjadi unsur yang menunjang keberhasilan suatu produk di pasaran. Coba tanyakan pada diri sendiri, jika terdapat dua produk yang sama, namun satu produk memiliki logo dan merek sementara produk lainnya tidak, produk mana yang akan Anda pilih? Tentunya yang telah memiliki logo dan merek bukan?

Hal ini tentu dikarenakan persepsi sebagian besar orang bahwa produk yang telah diberi logo dan merek akan dianggap jauh lebih bernilai dibanding produk yang tidak memiliki logo dan merek. Bahkan bila keduanya memiliki kesamaan dalam hal kualitas dan kuantitas.
Karena itulah, nilai tambah berupa merek ini dianggap sangat menguntungkan bagi perusahaan atau produsen yang memutuskan untuk menjual produknya di pasaran. Dalam beberapa kasus, sebuah merek tertentu dapat dijual dengan harga yang sangat fantastis, tergantung dari seberapa ‘bernilai’ atau terkenalnya merek tersebut.

Berbeda halnya bila Anda abaikan dengan kedua unsur penting dalam produk, yaitu brand (merek) dan logo. Selain kemungkinan produk Anda untuk dilirik di pasaran sangat kecil, calon pelanggan juga pasti akan kesulitan untuk menamai produk Anda.
Contohnya saja begini, misal Anda merupakan produsen coklat yang tidak memberikan logo serta merek pada produknya. Katakanlah ada yang tertarik untuk membeli coklat anda dan ternyata orang tersebut menyukainya.

Kemudian, ketika orang tersebut akan mempromosikan atau sekadar memberitahukan produk coklat anda ke teman – temannya, pasti akan kebingungan. ‘Coklat apa ya? Bagaimana aku harus menyebutnya? Tidak ada nama merek ataupun logo yang tertera’ mungkin begitu kira – kira batinnya. Tidak mungkin menyebut coklat X bukan?

Oleh sebab itulah, penting untuk mengetahui desain branding, logo, dan kemasan yang baik. Sebenarnya logo dan kemasan itu termasuk ke dalam elemen brand (merek itu) sendiri. Anda dapat membuktikannya dengan membuka buku pedoman branding yang ditulis oleh Kevin Lane Keller.

Lalu, bagaimanakah desain logo dan merek yang baik? Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah logo tersebut mudah untuk diingat. Hal ini juga berlaku untuk merek, cari penamaan yang mudah untuk diingat dan diucapkan. Bila Anda tidak mahir dalam desain, buatlah logo se-simple mungkin agar konsumen atau calon pelanggan mudah untuk mengingat produk Anda.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah penamaan merek yang dipilih bersifat fleksibel. Artinya, nama tersebut dapat diterima di daerah tertentu atau budaya lain. Jangan sampai nama yang Anda gunakan untuk merek produk mengandung arti yang buruk di beberapa negara tertentu.

Berikutnya, desain harus dibuat semenarik mungkin. Hal ini juga berlaku pada desain kemasan. Ketika Anda melakukan pendekatan dengan konsumen, buatlah variasi elemen merek, seperti logo dan kemasan yang unik serta kaya akan visualisasi sehingga menarik minat konsumen untuk melirik produk Anda.

Nah, bila Anda tidak pandai dalam urusan desain, salah salah malah justru dikhawatirkan akan membuat produk Anda gagal di pasaran, lebih baik untuk berkonsultasi langsung dengan ahli jasa pembuatan logo Profesional. Banyak sekali pilihan jasa desain logo, merek, dan kemasan yang berkualitas.

Umumnya, harga untuk desainer profesional, tiap konsultasi dikenakan sebesar Rp 2.000.000,00 sampai dengan Rp 5.000.000,00 per jam. Bergantung dari jam terbang, kepopuleran serta keberhasilan pakarnya dalam dunia desain. Demikian artikel mengenai desain produk. Jangan lupa untuk posisikan bisnis Anda dengan logo dan brand yang kuat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply